Pride and Respect Sukses Menyuguhkan Band Indie Berkualitas


Bequiet perform/ foto : Gasya / unknown
By: Dicky Nuari
Posted: 26, Feb 2014

Pride & Respect berlangsung pada Minggu 23/2 lalu di Maitrin Resto & Lounge. Melihat nama-nama band yang akan tampil di acara ini, saya langsung bisa membayangkan keajaiban yang akan di dapat penonton dengan suguhan band-band indie berkualitas dari berbagai generasi dalam acara ini. Maafkan jika saya tidak datang dari awal acara, sehingga terlewat aksi dari Hardboy, No Answer, Akral, dan Harum Scarum. Karena baru pertama kalinya saya mengunjungi Maitrin Resto & Lounge dan beberapa kali salah jalan sampai berulang-ulang bertanya alamat tersebut.

Saya pun tiba kira-kira pukul setengah delapan malam disana. Dua pemuda berambut kribo bernama Dimas dan Greg sedang memandu acara dan langsung mempersilakan Matiasu untuk segera tampil. Matiasu memainkan musik doom metal hanya dengan dua orang personil. Walau terbilang band baru, lagu-lagu yang dimainkan memiliki sound berkarakter dan cukup rapi. Salah satu lagu yang saya tau berjudul Hallucination mereka bawakan malam itu.

Bequiet yang vakum cukup lama juga ikut meramaikan Pride & Respect. Setelah tampil di School Of Rock lalu, kini mereka tampil di acara ini. Beberapa penonton yang hadir sepertinya juga baru pertama melihat penampilan Bequiet, sehingga kurang begitu akrab dengan lagu-lagu yang dimainkan. Mereka memainkan lagu-lagu lamanya, Death Kitchen salah satunya yang juga dibawakan ulang oleh sang drummer Jimi dengan Morfem.

Innocenti yang berikutnya tampil, memainkan musik yang agak pelan dibanding band-band sebelumnya. Dengan mengusung musik mod/garage revival, malam itu mereka memainkan lagu-lagu yang menjadi single dari album pertama hingga sekarang. Baru-baru ini mereka juga merilis kaset The Singles 2008-2014 berisi single-single mereka, dijual satu paket dengan sebuah Tshirt.

Berikutnya band dirty reggae yang baru mengeluarkan album pertamanya, Djenks malam itu mengajak penonton melepas kekakuan dengan musik reggaenya yang membuat penonton bergoyang. Djenks juga mengajak Juliansyah dari That’s Rockefeller untuk tampil bersama malam itu. Setelah Djenks mengajak penonton sedikit berkeringat, lalu giliran That’s Rockefeller menghajar panggung. Seperti biasa mereka memainkan lagu-lagu andalannya seperti Metronom Liberalis, Dressed Like God, hingga Busway. Penampilan That’s Rockefeller mengundang dua orang turis mabuk untuk bergoyang mengikuti alunan musik.

Selanjutnya panggung diisi band punk/rock Aksi Terror. Suasana pun semakin malam semakin memanas dengan suguhan musik kencang dari Aksi Terror yang menghajar panggung tiada ampun. Dan Indische Party melanjutkan hiburan malam itu dengan musik rock n rollnya di Pride & Respect. Japra dkk memainkan lagu-lagu nya yang kental irama rhytm and blues ala Rolling Stones seperti Hey Girl danWaiting For You.

Tiba saatnya Ten Holes tampil sekitar jam setengah satu pagi, namun penonton tetap setia menikmati sajian sampai usai. Ten Holes juga membawakan salah satu lagu dari Dropkick Murphys malam itu. Setelag band usai, acara ditutup dengan sajian musik dari beberapa orang DJ. Sukses gigs indie lokal dan sampai jumpa di Pride & Respect selanjutnya!