Pesona Klarinet di Selecta Pop Volume 3


Klarinet live at Selecta Pop Vol.3 / unknown
By: Ahmad Budiarjo
Posted: 29, Jun 2014

Terima kasih buat teman-teman yang sudah hadir di selecta pop ketiga malam ini, dan juga khusus buat Grup Orangbener yang sudah mau ngundang kami klarinet main disini, meski personil asli yang tersisa di band ini cuma saya (maria) dan adink (gitar). He he he…” Ucap seorang wanita berkacamata itu dihiasi dengan senyum simpulnya yang manis dan tak lama dibarengi dengan riuh tepuk tangan penonton.

Wanita tersebut bernama Maria, vokalis dari sebuah band lawas era 90-an bernama Klarinet. Tanggal 19 juni lalu mereka menjadi salah satu bintang tamu dalam sebuah gelaran acara rutin bulanan prakarsa Grup OrangBener production “Selecta Pop” kali ketiga di Basement Café, Jakarta.

Selain Klarinet, urutan daftar nama-nama band lain seperti The Dervishes Whirling, Glue, Asylum Magnificent People (band bentukan Jeje ‘Govinda’), Stockholm Pop, Corona, Beverages sampai kepada sebuah band yang jarang lagi terjamah di hingar bingar skena musik indie yang hits dengan lagunya “Disko Dirumah”, The Safari

Acara yang pada malam itu baru di mulai pukul 21.00 atau telat dua jam dari yang ditulis di pamflet. “Baru mulai nih, yang baru main ini namanya The Dervishes Whirling. Jakarta macetnya makin parah! Ha ha ha” Seloroh Agus salah satu suksesor acara Selecta Pop yang juga sebagai manajer band Glue.

Patut diketahui memang kebanyakan pengisi line up yang tampil dalam acara Selecta Pop adalah mereka-mereka yang menyandang predikat  band  yang jarang tampil, mau ngetop, pernah ngetop, hampir ngetop dan hampir punah seperti apa yang dijanjikan oleh press release. Dan dari semua serial edisi Selecta Pop hampir pasti merefleksikan kedigdayaan skena musik (terutama di Jakarta) yang dinamakan Poster Café. Dan secara kebetulan acara ini juga digagas dengan bentukkan dua orang yang juga merupakan saksi mata di masa poster yaitu Nyoman (Planetbumi) dan Agus (Manajer Glue).

Dari seluruh daftar pemain musik yang tampil di acara malam tersebut,  Klarinet menjadi sorotan Indie Jakarta untuk mengulas sedikit tentang band yang sangat jarang kelihatan ini. Meski kini hanya menyisakan dua orang personil asli yakni Maria (vokal), dan Adink (gitar) Klarinet juga dibantu oleh tiga rekan mereka yang lain dan salah satunya Aroel (Stereomantic). Membawakan beberapa lagu seperti diantaranya Pacar Tetangga, Taman Ria, Pergi Ke Bulan (Tetty Kadi) dan Iron Man (Black Sabbath) versi The Cardigans menjadi daya pikat tersendiri untuk menyaksikan Klarinet yang memang merupakan satu-satunya band dengan penampil vokal wanita malam itu.

Berikut adalah sedikit perbincangan Klarinet bersama Indie Jakarta :

Bagaimana perasaan kalian setelah manggung lagi?

Adink : Senang, ternyata masih ada yang mau nanggep (Klarinet). 

Maria : Ruaaarrrr biasa! Jadi semangat...!

Boleh cerita sedikit tentang klarinet dari awal mula terbentuk?

Adink : Awalnya ik dan Maria (temen deket banget) suka musik yang sama. Lalu ik ajak tetangga, Maria ajak tetangga juga. Jadilah kita ngeband bareng. 

Maria : Awalnya saya sama Adink, trus Adink ajak tetangganya (Heddy) buat main bass, terus saya ajak tetangga juga (Andy) buat main keyboard/gitar. Terus kita hunting pemain drum, ketemu Kiki, waktu itu masih Sinar Bahagia namanya. Begitu ganti nama Klarinet, karena satu dan lain hal, drummernya ganti juga. Munink -operator studio Exercise, Cilandak- ternyata punya bakat terpendam, jadilah dia drummer kami. 

Kalian suka sekali dengan The Cardigans? Selain mereka, apalagi influence terbesar bagi klarinet?

Adink : Dulu iya, sekarang biasa aja. Influenza terbesar adalah Guruh Sukarno Putra dan The Beatles, saat itu. 

Maria : Pada saat itu kita suka juga dengan musik-musik 60an, apalagi liat film-film Indonesia tahun 60-70an, tata musik filmnya buat kita sungguh luar biasa menarik. Kalau saya pribadi terpengaruh Tetty Kadi & Carpenters, selain Nina Persson tentunya...

Soal album pertama bisa di beritahu proses terbentuknya?

Adink : Setelah wira-wiri menawarkan label yang mau rilis, dulu nggak seperti sekarang dengan mudahnya rilis album. Sister company Aquarius, Pops, akhirnya mau menampung kita setelah jadi jawara Indie 8 (kalo gak salah) berturut-turut selama hampir 2 bulan. Akhirnya rekamanlah kita dengan benar. 

Maria : 5 lagu sudah digarap sebelumnya di studio, dari situ kita kasih dengar ke beberapa teman dan salah satu masukkannya adalah pasang lagu di radio yg pendengarnya anak muda yang suka musik non-mainstream. Jatuhlah pilihan ke radio prambors. Ketemu sama MD-nya, abis itu bergerilya deh... Request lagu Taman Ria via telfon dan fax (haha jadul amat). Minimal sehari 5 kali, satu orang satu. Sampai akhirnya masuk ke tangga lagu indie8. Dari situ udah mulai banyak yang request, jadi kita udah gak gerilya lagi, nunggu hasil aja. Pas masuk di posisi #1, barulah kita ditawarin untuk kontrak rekaman dengan Pops Record.

Selain faktor kesibukkan, apa saja sih kesulitan buat klarinet untuk bisa tampil diatas panggung?

Adink : Selain kesibukan, untuk masalah manggung mah gak ada masalah. Dengan bertambahnya umur dan pengalaman, gua pikir kita gak se-ambisius dulu. Kalo ada panggung, why not, kalo gak ada ya rafofo. Dan pada saat manggung pun dari dulu kita selalu relax dan senang-senang. Yak, manggung itu buat kita dari dulu sampe sekarang adalah senang-senang ☺. 

Maria : Yang paling sering sih ngatur jadwal antar personil. Sering banget udah klop di awal, tiba-tiba batal di 'last minute'. Akhirnya saya sama Adink keteteran cari alternatif pengganti. Kayaknya itu salah satu kendala utama. Selebihnya ga ada masalah...

Ada niatan untuk membuat lagu baru atau mungkin albumkah?

Adink : Ada, tunggu aja. 

Maria : Ada. Cuma belum sempat digarap serius, baru guide-nya aja. Kalau untuk album baru... Mungkin mini album kali ya, aransemen ulang 3-4 lagu lama sambil disisipi 1-2 lagu baru kayaknya seru...

Kalau boleh dirunut, masa-masa indah klarinet itu dari tahun berapa sampai tahun berapa?

Adink :  Tahun 1997- 2000

Maria : Nah.. Kalau buat saya antara 1997-1999, waktu namanya masih 'Sinar Bahagia' dan identik jadi tukang cover lagu-lagunya The Cardigans, sampai akhirnya salah satu lagunya Klarinet (Taman Ria) jadi jawara 2 minggu di indie8-nya radio prambors. Lepas dari situ... Ya begitulah.... Hehehehe

Sampai saat ini punya pemikirankah untuk klarinet bangkit lagi, menyusun agenda dan tampilan baru?

Adink : Dengan sedang merekam lagu baru, berarti emang pengen rilis album baru. Tapi lebih kepada mengeluarkan lagu yg udh pernah direkam dan senang-senang.  Lagu baru pun lebih kepada parameter bermusik kita. Bedanya jauh banget dibanding dulu. 

Maria : Sebenarnya rencana itu sudah ada dari 2 tahun yg lalu, sejak kita merekam ulang 2 lagu (disgraceful & satpam) atas jasa baik seorang teman, mas Dimas (ALS studio)

Kebayang nggak buat klarinet untuk bisa Go Internasional?

Adink : Dulu sih itu masuk dalam hayalan. 

Maria : Haha... Lirik lagunya hampir semua berbahasa Indonesia, tapi di era internet macam sekarang, apa yang ga mungkin bisa jadi mungkin ya...

Sekarang bicara soal lagu, kebanyakan lagu-lagu klarinet siapa yang prakarsai dari mulai penulisan lirik?

Adink : Lirik pastinya Maria, musik 🎶 ya sayah.. Selalu seperti itu. 

Maria : Soal lirik dan melodi lagu 90% tanggung jawab saya, pemicunya bisa dari hasil jaming di studio atau gitarnya adink

Untuk lagu “Pergi ke Bulan” milik Tetty Kadi itu kenapa bisa masuk ke album kalian?

Adink : Waktu pertama kali denger lagu itu, kita seneng banget. Apalagi intepretasi jaman itu, pergi ke bulan naik delman atau onta, lucuk dan musiknya seger banget. Dipahami era itu pergi ke bulan 🌚 memang fenomenal banget dengan adanya Sputnik, Apollo 8, Yuri Gargarin, Neil Armstrong. Awal daripada teknologi dan modernisasi. Halah.. Anyway, later on baru tau ternyata saat itu ada juga beberapa band indie yang bawain Pergi Ke Bulan dengan versi masing-masing. 

Maria : Karena waktu kita kasih demo (5 lagu) ke Dodo Abdullah, lagu 'pergi ke bulan' termasuk di dalamnya, apa boleh buat... Hehehe

Terakhir, sampai saat ini apa yang buat kalian senang dengan hadirnya klarinet?

Adink : Reuni, mainin lagu yang pernah kita rekam, ketemu penonton. Gembira

Maria : Yang bikin senang itu karena ternyata banyak teman-teman lintas generasi dan lintas genre yang baik banget mau bantuin kita.