Kilas Balik Perayaan Tiga Tahun Sinema Pinggiran di Hari Pertama


Crowd at Obsesif Visual Kompulsif/dokumen @Sinepin / unknown
By: admin indiejakarta
Posted: 15, Oct 2014

Hasil perpaduan konsep acara musik dengan pemutaran film karya kelompok seni visual asal Jakarta Sinema Pinggiran (Sineping) bertajuk Obsesif Visual Kompulsif  hari pertama (30/9) di Basement café kemang sepertinya berbanding lurus dengan apa yang mereka torehkan selama tiga tahun berkarya lewat musik video dari beberapa band skena underground lokal. Patut diakui, selama tiga tahun Sinema Pinggiran berdiri beberapa band dimulai dari hasil bidikan mereka untuk dijadikan music video semakin lama semakin menggeliat atensinya. Dimulai dari perjalanan skena musik underground inilah Sineping berhasil menorehkan catatan baru khususnya sebagai media penyalur karya visual.

 “Kita semua (Tim Sineping) sangat haru dan seketika berpelukan satu sama lain usai acara ini. Sumpah, buat gue ini adalah air mata bahagia mengingat begitu lelahnya selama tiga tahun kita semua buat karya video secara kolekti.  dan semoga aja kita akan terus ada untuk berkarya terutama karya-karya visual” Ujar Allan Soebakir  salah seorang dibalik suksesor Sinema Pinggiran saat di temui Indie Jakarta. Keberadaan Sinema Pinggiran sendiri awalnya memang bukan untuk sebagai tempat mata pencaharian masing-masing anggotanya, justru semua itu berangkat dari kesenangan mereka yang rata-rata mahasiswa perfilman Institut Kesenian Jakarta untuk menyalurkan hobi membuat karya video. “Pertama kali sineping ada, gue sama sekali gak mikir apa-apa cuma seneng-seneng aja sambil nyalurin hobi bikin karya video” Lanjut Allan.

Kembali di gelaran perayaan tiga tahun berkarya Sineping, acara yang diadakan selama dua hari tersebut (30 September dan 1 Oktober) menyuguhkan sekitar 12  band penampil di hari pertama  seperti line-up pertama diisi oleh Kelas Ekonomi, band rock garage bernuansa 60-an yang menggemari musik-musik aneh tetapi dengan komposisi dan sentuhan minimalis, lalu dilanjutkan oleh  Tropical Thrust, dan Whistlerpost unit shoegazing asal Jakarta yang baru-baru ini merilis album dibawah naungan Don’t Fade Away Records , tidak lupa setelahnya adalah BARBARS, band punk yang sarat dengan gaya teatrikalnya kala berada diatas panggung. Sekadar informasi, Barbars juga telah merilis sebuah EP (Self-titled) yang dirilis secara mandiri.

Adapun untuk para pengisi band lain kebanyakan adalah yang sebagian besar band “eksekusi” Sineping untuk dijadikan video musiknya, sebut saja beberapa band tersebut seperti Siksa Kubur, Borock N Roll, dan Funky Kopral, tidak lupa pula dalam hari pertama Obsesif, Visual, Kompulsif terselip sebuah film dokumenter bertajuk "Road To Sunshine" yang disajikan secara khusus kepada penonton yang hadir. Acara pada hari pertama usai sekitar pukul 1 malam dan dilanjutkan di hari kedua.

Rencana kita kedepan gak akan berhenti sampai disini, kedepannya bakal ada hal-hal baru dari Sinema Pinggiran. Salah satu rencananya itu adalah membawa hasil karya film yang dibuat oleh kawan-kawan (Sineping) disini untuk dibawa ke festival-festival film diluar negeri, semoga aja itu kesampaian, lalu kita juga ada keinginan untuk membuat sesuatu baru kayak bikin adaptasi dari karya sastra terus dirilis dengan original soundtracknya.” Pungkas Allan saat ditanya mengenai rencana apa yang akan dilakukan sineping kedepannya.