CATALYST ART MARKET 2015: Bazaar Karya Seni dan Produk Lokal Kreasi Anak Bangsa


Bazaar di Catalyst Art Market/foto: http://kopikel / unknown
By: admin indiejakarta
Posted: 18, May 2015

Menyusul acara yang diselenggarakan pada tahun sebelumnya, pada tanggal 25-26 April 2015, Kopi Keliling bekerjasama dengan Catalyst Art Shop menyelenggarakan Catalyst Art Market 2015 di Kuningan City,  Jakarta Selatan. Mengusung konsep bazaar dengantema “Superhero”, Kopi Keliling dan Catalyst Art Shop tetap mengedepankan filososfi seni kreatif Indonesia dalam penyelenggaraan acaranya.

Art Bazaar ini merupakan acara tahunan yang ke-4 dan dirancang sebagai art bazaar terbesar yang pernah diselenggarakan oleh Kopi Keliling di Jakarta. Sebagai penggerak seni visual yang ingin terus memperkenalkan seni kepada kalangan luas, adalah tanggung jawab tersendiri bagi Kopi Keliling untuk meningkatkan gairah berkreasi, dan menciptakan budaya mengkoleksi produk lokal di kalangan masyarakat, khususnya anak muda Indonesia.

Dengan target sasaran utama anakmuda, Kopi Keliling mengemas rangkaian acara ini menjadi acara yang fun namun tetap edukatif dan inspiratif. Selama 2 hari acara berlangsung, pengunjung diberikan kesempatan untuk belajar memproduksi karya seni dengan bimbingan para seniman muda Indonesia dalam 5 pilihan workshop kreatif seperti workshop sablon oleh Kaceplade, workshop pembuatan robot oleh Lumintu, workshop cukilkayu (cetak relief) oleh MuchlisFachri, workshop kolase oleh Resatio Adi Putra dan workshoppaper quiling dan crocheting oleh Wewo Craft.

Selain itu, ada live band performance dari Bed Chamber, Jodi In The Morning Glory Parade, Lightcraft, The Young Liars, Ballads Of The Cliche, Vincent Vega, Ellipsis dan Spring Summer yang turut meramaikan suasana ruangan Kuningan City Lantai 3 Jakarta.

Acara ini juga menjadi ajang bagi 24 seniman/illustrator muda dan 14 brand local untuk mengenalkan karya-karya dan produk mereka kemasyarakat umum. Identitas acara yang serba local ini menjadi strategi yang diatur dalam pendekatan kampanye cinta produk local yang ingin disampaikan oleh Kopi Keliling.

Dilatarbelakangi oleh kesadaran Kopi Keliling tentang fenomena inferiority complex yang menjangkit di hamper seluruh masyarakat modern Indonesia belakangan ini. Fenomena tersebut memunculkan anggapan bahwa produk luar negeri lebih baik dan bernilai dibandingkan dengan produklokal, padahal banyak warga asing yang malah mencintai dan kagum akan produk kerajinan lokal Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme dan ramainya pengunjung warga Negara asing yang hadir pada acara yang diselenggarakan Kopi Kelilingdi tahun-tahun sebelumnya.   

“Melihat dari penerimaan masyarakat yang baik, jumlah pengunjung dan penjualan produk yang meningkat, serta para pengkarya kreatif baru yang semakin giat memproduksi dan mempertunjukan karya-karyanya, saya yakin industry kreatif seni Indonesia nasibnya akan lebih cemerlang,“ tegas Raymond Malvin selaku program director acara, serta penggagas Kopi Keliling. Raymond optimis dengan misinya dalam menularkan kecintaan terhadap produk local kepada masyarakat luas.

“Ilustrator visual butuh dukungan orang umum sebagai apresiator. Melalui acara seperti ini kita ingin mempertemukan para seniman dengan seniman dan seniman dengan masyarakat umum secara langsung untuk menciptakan sinergi positif yang diharapkan akan meningkatkan motivasi berkarya bagi keduanya”, Sambung Patricia Wulandariyang juga merupakan Event Coordinator dari Catalyst Art Market 2015.