Honeybeat Disko Teknologi Negeri Sakura


HoneybeaT/foto: dok.band / unknown
By: Ahmad Budiarjo
Posted: 02, Mar 2014

Pengaruh teknologi didalam irama musik yang kian berkembang pesat seperti sekarang ini agaknya sangat dimanfaatkan dengan baik oleh band satu ini, Honeybeat. Kuintet asal kota depok bervokaliskan wanita baru-baru saja merilis sebuah single bertajuk “Sky Fishing” bekerjasama dengan sebuah label di Jepang Tanukineiri records . Bukan hal aneh memang, sebab band ini sendiri cukup unik dalam memilih genre kedalam musikalitas mereka.

Genre tersebut dinamakan Japan 80's Dance Funk, sebuah genre yang mungkin terdengar asing buat kita-kita pendengar baru, kayak gimana sih genre ini?. Band yang sudah melahirkan dua dan satu mini album terbentuk sejak tahun  2009 akibat seringnya kumpul dengan komunitas J-Indo (Komunitas band yang mengcover band-band jepang) dan memang untuk masalah perfoming act mereka sendiri kebanyakan tampil di acara-acara yang “berbau” negeri matahari tersebut. Meski belum pernah merasakan main secara langsung di Jepang, tetapi ketika kalian mendengarkan lagu-lagu mereka akan terbawa seperti berada di nuansa musim semi di jepang, khayalan seperti itu hadir disetiap lirik dan musik yang dibawakan cek saja lagu-lagunya disini.

Kita ambil contoh disalah satu lagu mereka yang baru rilis itu adalah “Sky Fishing”, sebuah lagu berbahasa inggris namun dibungkus dengan sangat modern karena musik yang mengiringi lagu ini seakan-akan mengajak kita terasa sedang berada disebuah ruangan didalamnya terdapat pameran-pameran sarat teknologi (robot, misalnya) yang biasa diadakan oleh pusat perbelanjaan modern dan kita ikut menari dengan irama musik bersama-sama robot dihadapan kita. Simaklah sepenggalan lirik di bawah ini:

 

Hello Hello, do you see me now

I am trying to reach you

are you alone among the starts.

 

The light the light calling me know

to discover what's true

and all around i figure out

the wonder of a night

Terbayangkan bagaimana rasanya kita terbawa oleh fantasi dan imajinasi sendiri menempatkan kita berada di sebuah sudut dan ruang berbeda? Nah Indie Jakarta tertarik untuk menggali lebih dalam soal keberadaan band ini, kenapa mereka memilih jenis musik seperti itu? Berikut cuplikannya :

Kenapa bisa merilis single dengan label jepang?

Awalnya Honeybeat emang berkembang dalam komunitas J-Indo, komunitas band yang suka ngecover lagu-lagu Jepang. Jadi otomatis kita emang menargetkan agar materi original kita bisa dapat market Jepang, kebetulan juga setelah submit kesana sini ada beberapa Net Label dan produser dari Jepang yang tertarik.

Ternyata kalian adalah band yang mengusung genre japan 80's dance funk, seperti apa kalian menggambarkan karakteristik genre itu?

Kalau di Jepang sendiri musik seperti yang kami usung ini disebut Kayourock, jadi perpaduan musik Jpop dan Euro disco yang sempat ngetrend di Jepang pada awal 80 an. Jadi Honeybeat sendiri berusaha memadukan style musik ini dengan seleranya masing-masing personil, yang akhirnya diperkaya dengan unsur electronic, rock dan sedikit jazzy. J

Band jepang yang jadi influence kalian apa?

Sebenarnya kami tidak hanya terinfluence dari band Jepang saja, banyak juga musisi-musisi barat dan indonesia yang kami jadikan panutan. Kalau dari Jepang sendiri kami terinfluence dengan band antara lain Tokyo Jihen, Sakanaction dan Kirinji.

Kalian sendiri sudah terbentuk sejak kapan, lalu kenapa memilih genre itu?

Honeybeat terbentuk di tahun 2009. Sebenarnya terpilihnya genre ini melalui proses evolusi yang panjang ditambah dengan unsur ketidaksengajaan.  Jadi awal ceritanya kita sempat bertemu dengan seorang produser musik Jepang yang tertarik untuk memproduseri Honeybeat. Setelah dia mendengar lagu-lagu Honeybeat yang terdapat di album pertama, kedua dan EP ketiga, kita baru tahu kalau selama ini kita mengusung genre tersebut. J

Masing-masing personil kalian lebih punya referensi musiknya kemana?

Kalau referensi musik masing-masing personil sangat bervariasi tentunya, dari yang ngefans musik India, dangdut hingga modern jazz pun ada J
Intinya kita ga ada batasan untuk menyukai genre musik tertentu. Namun benang merah musik yang kita sukai sih lebih ke musik-musik retro dan nada-nada yang indah.

Khusus  soal genre, adakah sedikit keraguan ketika kalian menyebutkan genre ini kepada pendengar HoneyBeat yang baru tahu?

Kita memang selalu bingung kalau orang tanya genre musik kita apa, jadi paling gampang awamnya sih kita sebut 80’s disco aja, tapi lucunya hampir semua orang yang suka lagu Honeybeat, menilai kalau genre Honeybeat itu Jazz.

Tentang tren musik di negeri sakura itu sendiri buat kalian seperti apa?

Di jepang sendiri style musik itu sangat beragam sekali, jauh lebih beragam dari negara-negara lain. Banyak genre-genre musik baru yang tercipa disana, sebut aja seperti genre shibuya-kei, math rock, math jazz, visual-kei dll. Sepertinya di Jepang mereka berlomba lomba untuk menciptakan style musik baru, ini juga bisa tercipta karena apresiasi masyarakat terhadap musik sangat tinggi disana.

Singlebaru kalian sky fishing, menceritakan tentang apa?

Istilah Sky Fishing sebenarnya tidak lazim digunakan dalam Bahasa Inggris, namun cukup populer di kalangan para ufologist. Definisi Sky Fishing adalah usaha untuk mencari dan memantau benda benda langit seperti bintang, planet, comet hingga benda  langit tak teridentifikasi (UFO). Lagu ini sendiri menceritakan bagaimana kita selalu berkhayal mengenai keindahan langit, bintang, galaxy dan kehidupan diluar sana.

Proses bisa terjalin kerjasama kalian sama label jepang sendiri seperti apa?

Awalnya kita memang coba cari-cari partner buat release lagu, kita submit ke beberapa net label Indonesia, Jepang dan Inggris. Kebetulan ada 3 net label jepang yang berminat yaitu Tanukineiri Records, Ceramic Records, dan Mayoware Records.  Sementara kita tidak mendapatkan satupun balasan dari Net Label negeri sendiri.. hiks :’(

Setelah kita survei lebih dalam lagi, pilihan kita akhirnya jatuh ke Tanukineiri Records Japan maka terjalinlah kerja sama perdana kita melalui releasan EP HoneybeaT “Winner’s Identity” yang berisi 4 lagu di tahun 2013. Ternyata melalui releasan EP ini respon masyarakat Jepang cukup bagus, bahkan EP ini berhasil meraih kategori “Must Have Free Release of 2013” versi MTV81 Japan, dan “Top 10 Album of 2013”  versi Hihiwhoope (blog yang membahas musik-musik Indie di Jepang), serta dibahas di beberapa portal musik di Jepang.
Karena animo nya ternyata baik, maka Honeybeat memutuskan untuk kembali menjalin kerja sama dengan Tanukineiri Records Japan untuk merelease single terbaru kami Sky Fishing.
 

Terakhir, punya rencana ingin ke jepang?

Ya kami ingin sekali untuk bisa mengadakan showcase disana. Mungkin bisa nular juga ke Indonesia sehingga kita bisa dikenal di negeri sendiri.