Orkes Moral Pengantar Minum Racun : Raga Boleh Tua Tapi Jiwa Tetap Muda


Orkes PMR/foto: dok.band / unknown
By: Ahmad Budiarjo
Posted: 05, Mar 2014

Nama OM PMR meroket setelah merilis album “Judul-judulan” pada tahun 1987. Penjualan album tersebut menembus angka fantastis 2 juta copy! pada masanya. dan hits mereka dengan judul yang sama merajai chart radio seluruh Indonesia selama berbulan-bulan pada waktu itu. Besar kemungkinan mereka adalah artis Indonesia pertama yang mampu menjual kaset dengan jumlah sebanyak itu. Keberhasilan penjualan album “judul-judulan” sendiri menimbulkan pro dan kontra di masyarakat karena liriknya dianggap kurang sesuai dengan budaya Indonesia.

Tak pelak, Harmoko, Menteri Penerangan pada saat itu, musisi Rinto Harahap, dan penyair Taufik Ismail sampai ikut angkat bicara di media massa. Harmoko mencekal, sedangkan Rinto Harahap dan Taufik Ismail lebih melihat bahwa meledaknya album tersebut oleh karena kejenuhan masyarakat akan musik serius dan pencapaian lagu itu adalah buah dari kejeniusan dalam kegiatan artistik dan itu wajar.

Perjalanan karir OM PMR sendiri dimulai pada tahun 1977. Adalah Wre Munindra, salah satu penyiar radio Prambors, yang menemukan bakat mereka. Kemampuan mereka merusak atau memparodikan lagu-lagu popular pada masa itu menarik perhatian Wre Munindra yang atas permintaan Kasino Warkop tengah mencari band pengiring untuk siaran Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro) di Prambors waktu itu.

Kasino juga yang memberikan nama Orkes Moral Pengantar Minum Racun serta nama-nama personil untuk digunakan sebagai nama artis bagi mereka; Jhonny Madumatikutu (vokal), Aji Cetti Bahadursyah (perkusi), Yuri Mahippal (mandolin + cuk), Budi Padukone (gitar), Ima Maranaan (bass), dan Hari “Muke Kapur” (mini drum). Sejak itu OM PMR keliling Indonesia untuk show bersama Warkop. “Warkop itu yang ngebimbing PMR, sepuluh tahun kite jalan bareng. Banyak pelajaran dari situ. Mulai dari kite-kite masih pade sekole sampe bener-bener dianggap bisa bediri”

sendiri baru deh mereka lepasin kite; udah waktunya lu berkarya sendiri sekarang. Begitu kata mereka (Warkop) waktu itu” kenang Budi Padukone disela-sela sesi rekaman. Bersama grup lawak Warkop DKI, OM PMR adalah legenda musik parodi Indonesia. Tak kurang dari 15 album atas nama sendiri dan 7 album kompilasi telah mereka telurkan sejak tahun 1979.

Dan kini, dengan personil yang masih orisinil, OM PMR kembali merilis single terbaru. Sebuah lagu berjudul Topan milik Naif dipilih sebagai single pertama dari album Orkeslah Kalo Begitar. Topan alias taTo PANu adalah lagu yang berisi sindiran kepada pacar idola yang terjangkit penyakit menular tapi bisa disembuhkan . Secara garis besar OM PMR tidak banyak merubah visi lagu ini, mereka hanya me-“rusak” bagian-bagian tertentu dengan ciri khas mereka, yaitu humor. Dengan caranya yang jenaka, OM PMR membuat lagu Posesif dibuat riang jenaka dan pastinya asik untuk bergoyang .

Indie Jakarta berkesempatan mewawancarai salah satu grup orkes lawas ini pada kesempatan yang berbahagia, karena sehubungan dengan acara launching  danKonferensi pers serta pertunjukkan lagu baru mereka Topan (Tato Atau Panu) dan untuk venue yang dipilih tidak tanggung-tanggung yakni Rolling Stone Café Indonesia, Ampera, Jakarta Selatan (6/3) mendatang. Buat kami meski sudah uzur, mereka masih tetap muda dan berbahaya, berikut isi wawancaranya

 

 

Dapet ide dari mana ingin gubah lagu band orang?

Wahyu nya datang dari lubuk hati yang paling dalam, he he he he, karena kita suka senyum dan doyan ketawa dan kebetulan pada jaman itu belum ada yang melesetin lagu orang jadi ketika kita sekarang nonggol melesetin lagu halal halal aja yah jadi kita sikat….

Apa ini salah satu strategi kalian ngerangkul anak muda masa kini?

Sebagian sudah terjawab oleh jawaban pertanyaan nomer 1 yak dan ini melengkapi pertanyaan nomer 1… Cuma mau nambah untuk album barunya setelah kita di tanggep di borneo beerhouse oleh Abie Borneo dan Dado Darmawan mereka menawarkan rekaman lagi yuk sikat lagu anak sekarang.. kenapa kacang yuk ah kita kangen berkarya dan klo urusan rangkul merangkul dari alif sampai ya, mudah mudahan berkenan… dan memang ini menjembatani PMR dengan generasi sekarang  hehehe…

Lagu apa lagi yang kalian gubah selain NAIF dan Seringai? Atau ada rencana gubah lagu band lain?

Kita sudah rekam sampai saat ini beberapa lagu dari grup yang padat bergizi dan enak kita mainkan juga di izinkan kami gubah yakni

The Flowers – Rajawali

Efek Rumah Kaca – Cinta Melulu

The Upstairs – Disko Darurat

Steven & The Coconut treez

Dan ada juga beberapa lagu baru PMR yang sudah direkam yang rencananya akan dibalut dalam sebuah album bernama Orkeslah Kalo Bergitar

 

Kesulitan apa yang kalian dapat dari ngegubah lagu orang?

Untuk proses rekaman kemarin jujur yang agak nyaris nyerah lagu Seringai mengadili persepsi nyaris kita buat jadi menghadiri resepsi he he he he… eh dapet wahyu juga seperti apa? Tunggu aja albumnya…

Terus itu gimana minta izin sama band-bandnya?

Alhamdulillahnya para grup itu dengan senang hati merelakan lagunya kita mainkan adat istiadatnya  Urusan Menejemen dah tuh si abie dado lia dan uchingman…

Manggung akhir-akhir ini sering main sama anak muda, gimana respon yang kalian dapat selama itu?

Responnya kita dapat merasakan energi yang membara dari anak sekarang lezat bener perasaannya…

Pengen manggung bareng band-band anak muda lain jugakah?

Kita kagak ada pantangan main… sama siapa aja selama asik kita brangkatin…

Oh ya, bicara soal nama nih Pengantar Minum Racun itu ada maknanya gak ya?

Begini ceritanya karena dulu kita pada krempeng mas Dono Warkop memberikan nama orkes moral kurang gizi lalu diberikan ide oleh Mas Kasino karena dulu waktu masih muda pada suka serop dan teler digubahnya menjadi Orkes Moral Irama Teler Pengantar Minum Racun dan kita sepakat

Buat kalian sendiri apakah PMR itu masih tetap muda?

Raga boleh toku cuman jiwa stabil menikmati hidup jadi gak pernah berasa toku heheheheee…

Apa yang membedakan PMR dengan band lain yang seangkatan dan sealiran sama kalian?

Beda kaya bebek ama kuda walau sama sama binatang, yang jelas kita di ciptakan berbeda jadi mentalnya susah seragam hehehehe…

Jika ada salah satu personil kalian nih diajak buat jadi anggota MPR/DPR bahkan Presiden mau nggak? Kenapa?

Kita sepakat jadi wakil penghibur rakyat aja deh, karena eh karena udah mendarah daging untuk menghibur orang

Untuk launching besok (6maret) bakal ada apa nih?

Sedikit bocoran ada reuni dengan mas Indro Warkop, karena awal PMR ngorkes sempet masuk padepokan Warkop kurang lebih 10 tahun, kemarin sempet sowan ke Mas Indro dan dia inget masa lalu mau mengenang masa lalu bersama PMR mungkin 1 atau 2 lagu kita kolaborasi dan tentunya dengan grup masa kini rencananya

Terakhir, punya visi atau misi tertentukah buat kedepan?

Semoga karya kita dapat menghibur khalayak banyak karena sebagai pemusik dengan karyalah kita di ingat.

Nah, biar afdol dan kalian tidak kikuk saat di rolling stone cafe nanti, berikut adalah link video klip lagu mereka:

Orkes Moral PMR - TOPAN