Desas-Desus Mocca Soal Piringan Hitam


MOCCA/foto: dok.band / unknown
By: Ahmad Budiarjo
Posted: 20, Mar 2014

Mocca band  indiepop asal Bandung baru-baru ini mengeluarkan berita yang lumayan bisa membuat tidur anda kurang nyenyak (untuk beberapa orang mungkin). Kuartet band ini memang tidak masalah dengan minimnya jadwal panggung dari tahun ketahun, meski banyak penggemarnya diseluruh indonesia sudah teriak-teriak ingin mengetahui jadwal, toh band yang beranggotakan Arina (vocal), Toma (bass), Riko (guitar) dan Indra (drum) tersebut masih aja adem ayem melihat fakta yang ada, dan strategi mereka mengatasi hal itu semua adalah dengan  memberi pesan manis kepada seluruh fansnya untuk tetap “bersabar”.

Mungkin faktor menetapnya sang vokalis di Amerika bisa dijadikan alasan band ini jarang kelihatan di gigs-gigs lagi, tapi sepertinya tahan dulu praduga seperti itu. Kembali lagi ke masalah topik diatas yang membuat tidur anda tidak nyenyak adalah soal berita kalau mereka akan merilis sebuah piringan hitam/vinyl, Nah! Berita ini sudah belakangan santer di akun twitter mereka seperti salah satu kutipannya berikut : @moccaofficial: Buat yang bertanya berapa harga #VinylMocca , harganya kisaran 300-400k. Sudah termasuk vinyl + CD & Download code. Ayo nabung dari sekarang!”

Rilisan piringan ini konon akan dirilis dalam bentuk format 12 inch diambil dari album kedua mereka “Friends”. Kenapa tidak untuk album baru? Nanti kita tanyakan, dan berita lain yang tidak kalah fantastisnya dengan vinyl mocca adalah soal rekaman band yang memiliki fans bernama swinging friends ini dengan salah satu musisi asal korea Big Baby Driver. Musisi wanita berparas sangat oriental  tersebut tampil sebagai “Arina” di beberapa acara salah satunya“Swing & Sync with Mocca”.  

Sudah dapat di proyeksikan bukan kalau Mocca sangat bagus sekali merancang berita yang sangat membuat kita untuk sulit tidur nyenyak? Berikut Indie Jakarta mewawancarai persoalan mereka dalam hal rilisan vinyl hingga rekaman bareng Big Baby Driver. Khusus untuk persoalan rilisan vinyl pihak label FFWD Records yang menjawab, sedangkan untuk Big Baby Driver diwakili oleh sang bassist Toma Pratama. Berikut cuplikannya:

Kenapa kepikiran buat bikin piringan hitam?

FFWD :

Sebenarnya dari pihaklabel sudah lama kita mempunyai niat untuk memproduksi vinyl album kedua mocca ini, hanya kita menunggu moment yang baik saja, ya kita coba untuk merilis vinyl karena, kita (semua owner Fast Forward) suka mengoleksi piringan hitam, juga perasaan merilis vinyl seperti sebuah pencapaian tersendiri bagi pihak FFWD, juga bagus sehingga band mendapat media dan ukuran lain dalam berkomunikasi dengan fans nya, selain itu format vinyl malah juga sangat mungkin diterima market international dibanding CD, juga sebenarnya sekarang ini kembali diminati market musik se-Indonesia, dan mungkin ini secara trend jumlah piringan hitam akan naik lagi karena industrinya pernah hidup, kalo dari sisi appresiasi dan kepuasan, pembeli biasanya merasa lebih puas dalam melihat memegang danartwork band nya lebih besar, dan secara tidak langsung meningkatkan market dalam masalah appresiasi

Piringan hitam ini nantinya beredar dalam bentuk apa 7” atau 12”?

FFWD records

12inch satu buah, bolak balik side: A side : B

Mengapa album yang diambil untuk jadi vinyl adalah album Friends

FFWD records

Hhmm… kita berpendapat Album Friends merupakan album mocca paling Bagus... Selain banyak eksplorasi yang luas, album tersebut juga terasa seperti dikala kita (band dan label) sedang Melangkah lagi menuju pendewasaan di dunia musik Indonesia secara natural, dan seperti ada tarikan lebih untuk menambah semngat untuk lebih serius selain itu banyak sekali pelajaran berharga yang kami terima pada album Friends ini, mulai dari bagaimana Mengolah sound secara maksimal, deal dengan pihak pihak ketiga yang ingin maupun yang dilibatkan, sampai ke format manggung

Warna vinylnya kuning nih, Apakah nantinya enggak mahal? 

FFWD records:

Sebenernya warna tidak terlalu berpengaruh ke harga produksi, pemilihan berwarna kuning lebih ke pertimbangan estetika, warna kuning warna yg ceria, cerah, terang, cukup sesuai dengan musik di album friends, selain pertimbangan estetika saja sebetulnya dan akhirnya menjadi sebuah pembeda dan ciri khas pressingan pertama album Friends ini, kalau ngomong daerah retail sepertinya harga vinyl sudah ada beberapa patokan seperti sudah mulai terlihat pasarnnya kita selain harga produksi, perbandingan harga vinyl band lainpun tentu menjadi pertimbangan

Rencananya bakalan ada apa aja didalam penjualan vinyl?

FFWD records

Bonus atau tambahan lain pasti ada tapi buat detailnya tunggu announce resmi dari Mocca dan pihak label, kita berdiskusi dalam hal ini. 

Eh ya, kalian waktu itu pernah recording sama Big Baby Driver, itu gimana ceritanya?

Toma: “Iyah tepatnya 5 maret kemarin kita recording di Bandung bersama Big Baby Driver (bbd) di studio Massive untuk record track vocal yang lagu Mocca “Goodmorning song” , jadi Bbd rekam vocal dan guitar acoustic.”

Buat kalian seperti apa sih seorang Big Baby Driver? 

Toma: "Bbd seorang composer yang berkarater  dan great singer ..punya lagu-lagu yang menenangkan hari-hari."

Nah, untuk yang ketinggalan infonya nih, bisa dijelasin hasil kalian membuat single bersama Big Baby Driver kemarin?

Toma: "Jadi ini adalah proyek kolaborasi kita bersama bbd ,  satu lagu dari mocca judul good morning song dan lagu dari bbd judul here for you , proses rekaman dilakukan di jakarta untuk drum dan bass,bandung keyboard dan arina di Us utk vocal dan gitar , sisanya bbd akan lakukan di korea utk recording vocal,guitar dan mixing dan mastering . ini kerjasama dengan marin dari FFWD records serta label Mocca di korea Beatball records dan label dari bbd Electric Muse korea."

Lanjut ngomongin vinyl lagi, apa sih pendapat kalian soal rilisan dalam bentuk yang satu ini? 

FFWD records

Sebetulnya kan rilisan dalam bentuk vinyl ini justru kalo dipikir pikir sebenarnya tidak pernah mati dari jaman dulu, sampai sekarang masih tetap dibuat, ini tidak seperti cd yg langsung kurang lagi diminati ketika adanya pengaruh Iinternet dan smartphone, di tahun 60-70an sebenarnya banyak album Indonesia yang dirilis dalam bentuk vinyl oleh label label Lokal dikala itu, juga diproduksi oleh pabrik lokal, sayangnya bentuk rilisan ini entah tidak dilanjutkan atau tidak dibuat tetap ada atau berkembang, mungkin lebih ke pertimbangan harga, daya beli masyarakat dan quantitas, menjadi pertimbangan yang berdamapak player atau turn tablenya pun jadi jarang yang menjual. sekarang malah banyak band lokal sekarang yg merilis albumnya di memakai vinyl, dan mocca sebenarnya juga bukan band pertama yg albumnya di reissue menggunakan format piringan hitam kan..

Terakhir, kenapa vinyl ini tidak untuk album baru kalian aja?

FFWD records

Mmhhh hahaha, untuk album baru pihak FFWD belum mendapatkan konfirmasi lebih lanjut dari pihak Mocca.