Bincang-bincang Ringan Bersama Harlan


harlan/dokumen pribadi / unknown
By: Dicky Nuari
Posted: 30, Sep 2014

Lama tak terdengar kabar pasca merilis album mini Sentuhan Minimal, musisi solo asal Jakarta yang dikenal dengan nama Harlan atau Bin Harlan menggoda tim Indie Jakarta untuk bertanya-tanya dan membahas apa yang bisa dibahas mengenai skena indie di Ibukota dan mengenai sepak terjang Harlan lewat proyek solonya, yang sudah merilis tiga mini album. Menurutnya akan ada rencana album penuh yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Harlan juga membagi kisahnya tentang rilisan fisik yang saat ini sedang populer di kalangan pecinta musik di tanah air. Juga ketidaktertarikannya mengunduh lagu-lagu di internet, kecuali dari net label yang mengizinkan untuk mengunduh. Selebihnya silakan dibaca wawancara kami bersama Harlan berikut :

Apa kabar mas Harlan? Sedang sibuk gak?

Kabar baik. Ya, sibuk standar.

Sudah ada rencana album baru untuk proyek solonya? 

Jadi, saya baru saja ngobrol lagi dengan Ferry dari Raindogs Records tentang rencana rilis album penuh saya. Semoga akhir tahun ini bisa dirilis.

Selama ini proyek solo anda hanya di rilis berupa mini album. Adakah rencana merilis album penuh? 

Iya. Album penuh nanti juga akan memuat beberapa lagu dari rilisan-rilisan saya sebelumnya.

Apa komentar anda tentang maraknya kembali rilisan fisik sekarang ini? 

Rilisan fisik memang menarik, jadi ya sulit untuk betul-betul punah.

Anda sendiri apakah mengoleksi rilisan fisik atau masih suka mengunduh album atau lagu-lagu di internet? 

Saya relatif sangat tidak biasa mengunduh album atau lagu-lagu di internet. Kecuali misalnya rilisan-rilisan Yes No Wave Music, yang memang didesain untuk diunduh. Untuk musik dan internet, saya lebih suka streaming.

Sekarang sedang suka dengerin musik dan lagu apa mas? 

Saya lagi gak dengerin banyak musik. Mungkin CD era sekarang yang paling sering saya putar adalah Zeke Khaseli "Yth Siapa". Jangan-jangan sekarang saya malah lebih banyak main mobil-mobilan hehehe...

Komentar anda tentang musisi kamar atau musisi solo yg lumayan ramai saat ini? 

Ini menarik ya. Keputusan yang bisa dibilang dahulu jarang sekali dilakukan. Bisa jadi seru karena untuk nge-band saat ini tidak semudah itu untuk berkumpulnya personil-personil yang solid. Kemiripan prinsip dalam menjalani sebuah band secara bersama, termasuk saat membuat karya, mungkin saat ini menjadi hal sulit. Solo bisa jadi solusi akan tercapainya "cita-cita artistik" dan "arah karir" yang justru sulit diwujudkan jika band-nya gak cocok. Dan memang kita bisa melihat musisi-musisi kamar atau solo yang bisa membuat karya-karya yang cukup segar. Tapi, band yang solid tetaplah sangat menarik.

Siapa musisi solo favorit anda dan kenapa anda menyukainya? 

Antara lain: Zeke Khaseli, Bin Idris, Marcel Thee, Adrian Adioetomo. Lebih baik didengar saja katalognya hehehe... Ya, bagi saya indah, sulit dicari kembarannya. Personal.

Sebagai musisi yg cukup produktif, apa pencapaian yang anda inginkan? keinginan apa yang belum anda laksanakan? mau mengeluarkan puluhan album kah? 

Saya bukan musisi yang cukup produktif. Lagu saya nggak banyak, tidak seperti musisi/band yang aktif rekaman. Pencapaian saya sederhana saja. Dulu saya pingin pernah punya satu album. Itu saja. Dan sudah terjadi bersama band saya sebelum saya solo. Jadi, tidak ada keinginan besar yang belum dilaksanakan. Sekarang hanya jalani saja, sebisa mungkin sesuai waktu luang dan suasana hati.

Terakhir, menurut anda faktor apa saja yangg bisa membuat band-band indie menjadi maju di negeri sendiri maupun di luar negeri? 

Perpaduan antara Kreatif/Otentik, kualitas produksi yang bagus (rekaman dan panggung, dengan standar yang sesuai kebutuhan band), tekun, dan konsisten. Setau saya biasanya sih itu. Terima kasih untuk wawancaranya.

Simak di soundcloud : Harlan Boer - Sentuhan Minimal