Mengalun Tenang Bersama Minggu Pagi


Minggu Pagi/dok: arsip.band / unknown
By: admin indiejakarta
Posted: 24, Oct 2014

Satu lagi warna baru persembahan kreatifitas teman-teman di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya di bidang musik, kota yang sering dijuluki sebagai kota seni ini memang tidak diragukan tentang persoalan talenta-talenta dan bakat  seni yang ada di dalamnya. Baru-baru ini, Indie Jakarta berhasil mendapat suguhan baru di skena musik dari kota yang terkenal dengan gudegnya itu.  Adalah duo personil pop yang mempunyai band bernama Minggu Pagi, meski belum terlalu banyak informasi yang didapat dari band tersebut, namun ketika kalian mendengarkan karya-karya mereka disini rasanya memang kurang pantas apabila didengarkan saat sedang bekerja didalam sibuknya ruangan kantor.

Namanya memang Minggu Pagi, dua buah frase kata yang dapat dibayangkan tidak lain adalah rasa ingin duduk diteras, ditemani kopi atau teh hangat, menyaksikan sinar sang fajar yang masih terasa malu-malu untuk keluar dari dinginnya sisa-sisa kabut semalam. Maka Minggi Pagi bisa dijadikan alternatif untuk mengisi keadaan tersebut. Beberapa lagu karya mereka yang dapat direkomendasikan misalnya Bahagialah, Lagu yang  Kutunggu Sepanjang Hari, dan Terbang.  Tentang informasi dan keberadaan lebih lanjut tentang band ini, Indie Jakarta berhasil mendapatkan wawancara singkatnya dibawah ini:

Ceritakan dong keseruan kalian kenapa bisa membentuk band bernama Minggu Pagi?

Jadi, awalnya, kami dipertemukan dan dikenalkan oleh seorang rekan kami. Bertemulah kami pada suatu kesempatan, kami mengobrol dan sharing banyak hal, khususnya tentang musik. Kemudian kami tertantang untuk menyatukan pikiran dengan cara membuat karya bersama-sama.

Untuk nama Minggu Pagi sendiri, hmmm…  kata majemuk itu terdiri atas dua kata asal, yaitu ‘Minggu’ dan ‘Pagi’ yang secara leksikal keduanya mempunyai makna yang sama, yaitu suatu awal atau permulaan. Minggu berarti awal atau hari pertama dari sebuah pekan, dan pagi berarti awal dari sebuah hari. Pertemuan kami adalah sebuah awal atau permulaan kami dalam berkarya, oleh sebab itulah kami memakai nama Minggu Pagi. Dan… tanpa disadari, pertemuan pertama kami pada waktu itu adalah hari Minggu pagi :)

Kalian hanya berdua, memang keinginannya seperti itu?

Iya. Karena keinginan kami sebenarnya sangat sederhana, yaitu mau berkarya.

Siapa dan berasal dari apa saja influence kalian dalam hal bermusik?

Kami mendengarkan musik yang beragam, menurut kami influence kami ada di lingkungan terdekat kami, ya intinya semua yang ada disekitar kami adalah influence kami.

Kalian sudah mengeluarkan rilisan? Jika sudah, bisa diceritakan prosesnya?

Sudah. Kami sudah merilis EP Album pertama kami dengan nama sama, yaitu Minggu Pagi #1 pada 17 Agustus lalu. Setelah berproses selama kurang lebih tiga bulan, kami akhirnya dapat merilis EP Album kami tersebut. Kami sengaja merilisnya pada 17 Agustus, bertepatan dengan hari kemerdekaan negara kita. Di saat semua orang merayakan hari kemerdekaan dengan mengikuti lomba-lomba atau upacara, kami juga ikut merayakannya dengan menyuguhkan karya pertama kami.

Ohya, setelah merilis EP Album, kami juga datang kembali dengan merilis single baru kami pada 21 Oktober lalu dengan judul ‘Mimpi’.

Kalian ini dari D.I Jogja ya, bagaimana menurut kalian apresiasi dan gairah dunia seni khususnya musik di sana?

Menurut kami, apresiasi dan gairah dunia seni di Yogyakarta sangat luar biasa. Warga Yogyakarta sangat mengapresiasi seni dan budaya, termasuk di dalamnya seni musik. 

Sudah ada catatan jadwal manggung dimana saja?

Tawaran panggung sudah ada beberapa yang menawarkan ke kami, Namun  Sementara ini jadwal kami masih terisi dengan proses pembuatan materi album berikutnya J

Dalam hal pembuatan lagu, bisa dijabarkan biasanya ditulis dimana dan kebanyakan menceritakan tentang hal apa?

Lagu bisa ditulis di mana saja. Tapi kebanyakan memang di tempat-tempat tertentu, seperti rumah, kantor, dan kampus. Hehe.

Selain bermusik, kegiatan lain dari kalian berdua?

Kalau Yusuf Safary, kerja  dan main sama anak istri

Kalau Faradila, kuliah. Hehe

Terakhir menurut kalian, hal yang spesial dan menyenangkan saat manggung hanya berdua:

Bisa manggung dengan membawakan karya milik kami sendiri adalah hal yang sangat spesial dan luar biasa menyenangkan :)