Suguhan Bunyi yang Terdapat dalam SISILAIN


SISILAIN/foto: dok.band / unknown
By: Ahmad Budiarjo
Posted: 12, Dec 2014

Awal mula terbentuknya band ini terjadi (mungkin) adalah keadaan anomali dari seorang pria yang bernama Akis sehingga membentuk SISILAIN. Sisi lain yang diceritakan disini bukanlah sifat aneh atau keganjilan yang diidap melainkan sebuah projek musik yang dibuat dengan struktur bernuansa orchestra modern. Entah apa sebab mereka menyematkan nama SISILAIN dengan sebuah orchestra sepertinya jangan diambil pusing, yang jelas mereka ada dan karya-karyanya kami rekomendasikan untuk patut diperdengarkan.

Seperti yang dijelaskan diatas, berawal dari kegamangan yang hadir. Redaksi kami mendapatkan profile band ini dalam email kotak masuk. Menyisipkan beberapa buah lagu karya mereka dan sekilas cuplikan yang tidak terlalu banyak (hanya empat paragraph) menjadikan pancingan buat kami untuk bertanya-tanya. Kalau saja bukan karena konsep dan bunyi-bunyi yang ditawarkan dari band ini yang terlalu mencolok tentunya tidak terlihat istimewa.

Berikut adalah sekilas wawancara kami dengan mereka :

Ber

Pernyataan yang terlihat klise yang kami dapat mengenai band ini saat membaca email kalian, apa yang digambarkan sebelumnya?

SISILAIN adalah sebuah sisi lain dari kami dan sebuah sisi lain pula dari sebuah suguhan musik, kami mencoba kolaborasikan apa yang menjadi trend saat ini.

Buat kalian seperti apa itu orchestra?

Orchestra adalah sebuah alunan musik yang aransemen di dalamnya diisi dengan alat-alat musik lengkap yang alunannya menjadi sangat harmoni terhadap penciptaan lagu dan aransemen yang dibutuhkan oleh lagu tersebut sesuai dengan kebutuhan dari komposisi lagu tersebut.

Lagu-lagu kalian lebih banyak dengan nada-nada yang “mengawang” bisa dijabarkan imajinasi apa yang terdapat didalam lirik-liriknya?

Lirik kami bermuatan tentang kehidupan “Cinta” , cinta yang diartikan tidak biasa yang bisa mengatas namakan cinta terhadap kehidupan, alam, orang tua, anak, dan musik itu sendiri.

Sudah memiliki satu buah mini album, kisah pembuatan mini album kalian bagaimana?

Mini album ini dibuat sedemikian rupa dengan memanfaatkan “tool” yang berada di ruangan untuk memenuhi kebutuhan perkusinya. Seperti tembok, lemari, gitar, dan semua hal yang dapat dimanfaatkan di dalam ruangan studio kami.

Tadinya band ini berangkat dari satu nama personil, kenapa?

Ini adalah solo project namun tidak menggunakan nama soloist itu sendiri (yaitu Akis), namun sejak awal dinamakan SISILAIN karena sisilain mewakili sisi lain seorang akis yang kemudian akis melengkapi konsepnya dengan mini orchestra yang sekarang sudah terjadi.

Kembali lagi ke jenis musik yang kalian pilih, orchestra tapi kalian mengemasnya secara modern, sepertinya menarik. Kesimpulannya?

Jadi musik modern yang dimasud adalah folks, ambience, postrock danshoegaze. namun tidak menutup kemungkinan ke depannya genre lainpun akan coba kamieksperiment untuk dijadikan jenis musik kami ini.

Ada Influence?

John Si, Thom Yorke, Morrisey, Blur, Hyde, Bjork, dan Robbie Wiliams.

Dan, oh ya, kolektif ini ada tujuh orang. Masing-masing pasti berada dalam satu panggungkah? Atau kalau ada yang tidak bisa (karena ada urusan) bagaimana?

Jadi untuk personil sebetulnya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Stage itu sendiri, namun personil tetap nya yah yang ke tujuh itu. Jika kondisi stagenya kecil maka kami bisa kurang dari 7 personil yah bisa 3, 4, 2 ataupun akis sendiri, namun jika memungkinkan dan memang ada tawaran kami bisa dalam bentuk orchestra lengkap yah sekitar 12 – 15 orang hehehe

Ngomong-ngomong, selama dalam masa perjalanan band kalian, apa saja yang sudah kalian alami?

Hahaha yah Yang pasti dari panggung besar sampai panggung terkecil lalu pernah juga diundang untuk menjadi ambasador sebuah produk gitar Lokal yang bertaraf Internasional. Melakukan kolaborasi dengan musisi-musisi di luar pakem kami seperti blues, rock n roll dan metal.. yah apa lagi yah? Banyak jg sih hahahah

Terakhir, tadinya kepikiran apa ketika harus menamakan EP kalian yang bertajuk “Ambigous” itu?

Karena Aku Ambigu.

Karena