Music Gallery: Skena Musik Independent di Indonesia Sangat Variatif


flyer Music Gallery / unknown
By: Ahmad Budiarjo
Posted: 27, Feb 2015

Salah satu dari sekian banyak festival musik besar khususnya di ibukota dengan memakai term musik jalur independen (indie) adalah festival yang diadakan oleh BSO Band dari FEUI. Mulai ada pertama kali di tahun 2011, gelaran yang rutin diadakan setiap tahunnya tersebut sangat antusias dalam hal mengedepankan istilah musik jalur independen lokal. Memang patut dicamkan, skena musik jalur independen sangat khas dengan semangat Do It Yourself-nya, sehingga semakin kesini akan semakin terus menjamur.

Memasuki edisi kelima di tahun 2015 ini, Music Gallery akan kembali hadir di bulan maret mendatang. Belum lagi acara tersebut bergulir, di akhir bulan tahun sebelumnya berita tentang festival itu sudah santer terdengar. Lalu apa yang membuat acara festival rutin tahunan itu terlihat istimewa? Kuncinya ada di beberapa item pertanyaan yang Indie Jakarta berhasil dapatkan. Berikut cuplikan wawancaranya :

Sedikit sejarah kilas balik soal music gallery?

Awalnya acara ini selama 8 tahun bernama “Acoustic Cross”. Namun pada tahun 2011 kami mengadakan ”Music Gallery” pertama. Konsepnya memang dari awal adalah untuk menampilkan musik tak hanya dari suara tapi juga dari visualisasi.

Acara kalian rutin digelar tahunan, kira-kira apa saja tujuannya?

Setiap tahun Music Gallery memiliki tema dan konsep yang berbeda-beda, tetapi selalu memiliki tujuan yang sama yaitu melakukan celebration terhadap musik itu sendiri dan juga discovery akan musisi-musisi baru yang juga tidak kalah berkualitas.

Bagaimana persoalan mencari band-bandnya, secara kalian mengambil sisi jalur musisi/band independent?

Surprisingly, scene indie Indonesia sangat besar dan variatif, bahkan kesulitan yang sering kami alami bukan karena kekurangan artis, tetapi karena terlalu banyak artis yang ingin kami tampilkan di Music Gallery.

Balik lagi kepada persoalan band, pernah kebayang gak  kalau acara kalian termasuk acara yang memihak band-band yang itu-itu saja atau dia lagi, dia lagi?

Music Gallery memiliki kecenderungan until mengundang ulang performer dari tahun sebelumnya yang kami anggap memberikan penampilan yang superb. Hal tersebut dapat dilihat dari line-up 5th Music Gallery yang mengundang kembali Sore dan dari line-up 4th Music Gallery yang mengundang kembali White Shoes and the Couples Company. Kami memilih until melakukan repetisi artis bukan karena kami kehabisan artis, tetapipurely karena kami belum bisa mengucapkan selamat tinggal dengan artis-artis tersebut.

Mengkombinasikan musik dan seni adalah tagline kalian, bisa dijelaskan seperti apa konsepnya?

Kami mengambil sebuah ide dimana sebenarnya banyak seni yang dipengaruhi oleh musik didengarkan oleh artist yang membuatnya. kami ingin mendisplay seni yang diinfluence tadi kedalam acara kami.

Keseringan acara ini kenapa lebih prioritas ke dalam ruangan (indoor) kenapa gak yang lebih terbuka? ada keinginan di setiap panitia 5th Music gallery untuk menjaga rasa music gallery sebelumnya dimana penonton merasa nyaman saat menonton di ruangan tertutup dan dingin. Hal tersebut pasti ditambah dengan masalah yang pasti bisa kita hindari yaitu cuaca walaupun kami sangat paham bahwa hal tersebut akan mengurangi kapasitas penonton yang datang.

Nah, tahun ini adalah gelaran acara kalian yang kelima, apa saja yang bakalan tersaji didalamnya?

Banyak hal yang akan tersaji, hal yang baru maupun yang rutin. hal baru yang akan ada adalah adanya artis international pertama di 5th music gallery yaitu Tahiti 80, lalu akan ada band-band yang akan pertama kali tampil music gallery sepertui NAIFdan Barasuara.