Karya Solo David Hersya Dalam Album Antologi Semakbelukar


Album antologi Semakbelukar/omuniuum.net / unknown
By: Dicky Nuari
Posted: 24, Apr 2014

Semakbelukar memang telah bubar, namun karyanya harus tetap dijaga dan disebarkan sampai kapan pun juga. Karena mereka sangat istimewa dari yang pernah ada, dengan keindahan musik folk melayu dan lirik penuh arti. Khususnya album terakhir Self Titled yang dirilis sebelum mereka memutuskan bubar.

Berkat Elevation records yang juga merilis album terakhir Semakbelukar, kita bisa sedikit lebih menikmati keistimewaan karya-karya Semakbelukar, khususnya David Hersya. Karena Elevation records merilis album Antologi Semakbelukar 2009-2013 : Terlahir dan Terasingkan pada Record Store Day 19 April 2014 kemarin. Selain berisi lagu-lagu Semakbelukar, di album antologi ini juga dimasukkan karya solo David Hersya. Lagu-lagu karya solo David Hersya memiliki warna musik beragam, yang merupakan sebuah bukti referensi musik David Hersya sangat luas, sebelum image folk melayu melekat pada dirinya lewat Semakbelukar.

Lagu #1 cukup pelan irama musiknya, namun kaya akan instrument megah yang dihasilkan dari suara trumpet dan akordeon dari awal lagu. Kemarin, Hari Ini dan Esok diaransemen dengan versi lite jazz. Lagu ini terdengar semakin asik dan vokal David Hersya  cukup cocok untuk bernyanyi dengan gaya jazz. Lagu berjudul Nausea dengan lirik Bahasa Inggris dan alunan musik pelan,sedikit ada irama blues pada lagu ini.

Kemampuan bernyanyi dengan lirik berbahasa Indonesia maupun Inggris David Hersya cukup seimbang, juga komposisi lagu-lagu yang sempurna, menjadi bukti kelebihan David Hersya dalam menulis dan menyanyikan lagu-lagunya. Lagu No Exit yang merupakan karya awal David Hersya terdengar seperti musik indie rock/britpop, sangat easy listening, dan mudah membuat kita menggoyangkan kepala. Not the Truth terdengar seperti masih satu benang merah dengan No Exit. Lagu ini berlirik Bahasa Inggris namun merupakan komposisi yang paling melayu, seperti sedikit disinggung di dalam album ini.

Out of My Face paling mengejutkan karena lagu ini terdengar unsur hardcore/punk, dengan lengkingan vokal David Hersya yang berbeda dibanding yang kita tahu selama ini dengan cengkok khas melayunya. Dan ada lagu tradisional melayu berjudul Renungkanlah yang dibawakan David Hersya. Di lagu tersebut nampak seperti awal penggunaan instrument akordeon bagi David Hersya maupun Semakbelukar dalam berkarya, karena sound akordeon masih terdengar kasar di lagu ini.